GAUNG NTB

Rekomendasi Dewan Disebut ‘Membeli Kucing dalam Karung’

Taliwang, Gaung NTB
Ketertutupan dan rekomendasi ‘super cepat’ yang diputuskan dewan dalam presentasi tim konsultan Pemda, dikritik kalangan LSM. Lembaga ini dinilai telah membatasi hak publik untuk mengakses informasi mengenai perusahaan-perusahaan yang berminat menjadi mitra Pemda dan tawaran yang disampaikan perusahaan itu.

“Persoalan saham ini sangat penting bagi masyarakat KSB, seharusnya semua pihak terbuka,” sesal Ketua Lembaga Independent Riset Sumbawa Barat (LINERS) Fud Syaefuddin.
Fud menyatakan sikap dewan dengan ketertutupannya itu sama saja dengan membeli kucing dalam karung. Indikasinya, terlihat dari presentasi yang digelar tertutup untuk umum padahal publik juga berhak tahu konsep tawaran yang diterima Pemda dan untung ruginya bagi KSB yang akan membeli saham-saham itu. Apalagi, presentasi itu tidak dilakukan langsung oleh perusahaan-perusahaan yang mengajukan tawaran, tetapi oleh tim konsultan yang ditunjuk Pemda.

Ia juga menyesalkan proses pemberian rekomendasi yang begitu cepat, hanya dalam hitungan jam. Padahal selama ini dewan tidak memiliki referensi apapun tentang tawaran-tawaran yang diajukan perusahaan yang berminat menjadi mitra Pemda untuk membeli saham tiga persen dan tidak melaksanakan pengkajian untuk menilai tawaran itu. Jadi keputusan dewan yang dengan mudah memberi rekomendasi dinilai patut dipertanyakan.
“Divestasi ini sangat penting bagi masyarakat dan Pemda KSB, karennya semua pihak bertanggungjawab untuk menyelamatkan proses ini. Jangan sampai kita saling menyalahkan dimasa mendatang atas rekomendasi super cepat itu,” tukasnya.
Sementara itu, ketua DPRD Drs Manimbang Kahariady, membantah dewan tidak melibatkan publik dalam presentasi itu. Ia berdalih bahwa dewan bekerja sesuai tata tertib yang telah ditetapkan, jadi lembaga ini sangat dimungkinkan untuk menggelar rapat dengan status tertentu sesuai dengan urgensi rapat dimaksud.
“Termasuk rapat tertutup,” katanya.
Menurut Manimbang, segala kebijakan yang diputuskan dewan, termasuk dalam hal presentasi tentang saham, berhak diketahui oleh publik. Dewan akan menyampaikan kebijakan itu melalui media dan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat pada masa reses. Rapat internal yang digelar tertutup itu juga berlandaskan semangat bahwa dewan ingin proses divestasi ini tidak berlarut-larut.
“Meski demikian eksekutif tetap sebagai penentu perusahaan mana yang akan dipilih menjadi mitra. Kami hargai langkah-langkah yang telah dilakukan selama ini dan kami ingin agar proses ini segera berakhir,” tandasnya.(Gte)

Oktober 3, 2007 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: